Jumat, 13 April 2012

Laporan Praktek Pengenalan Lapangan (PPL)


BAB I
PENDAHULUAN

A).       LATAR BELAKANG
Praktek Pengenalan Lapangan (PPL) mempunyai kedudukan sama dengan mata kuliah lain, merupakan kegiatan yang wajib ditempuh oleh setiap mahasiswa keguruan dalam menyelesaikan studinya pada jenjang Strata Satu.
Kegiatan ini dimaksudkan sebagai upaya memberikan bekal pengalaman dan pengetahuan praktis kependidikan sebagai usaha mewujudkan tenaga kependidikan yang profesional.
Adapun yang dimaksud dengan pembinaan dan pembentukan tenaga kependidikan yang profesional dalam hal ini, berkenaan persyaratan yang harus dimiliki oleh praktikan sebagai calon pendidik, diantaranya yang berhubungan dengan sikap, keterampilan membuat persiapan mengajar, keterampilan melaksanakan bimbingan ekstrakulikuler, serta keterampilan dalam melaksanakan tugas-tugas kependidikan lainnya.
Oleh karena itu, istilah Praktek Pengenalan Lapangan (PPL) di lembaga pendidikan, menunjuk kepada praktek calon guru terpadu, meliputi kegiatan yang dilakukan didalam kelas maupun diluar kelas yaitu kegiatan-kegiatan yang terdiri dari : Observasi, Orientasi, Praktek Persiapan Mengajar, Praktek Keterampilan Mengajar, Praktek Keterampilan Pengelolaan/ Managemen Sekolah, Pendataan Administrasi Sekolah, Praktek Bimbingan Ekstrakulikuler serta mengenal dan mengetahui latar belakang dan kondisi/ keberadaan sekolah tempat praktikan melaksanakan kegiatan PPL tersebut.
B).     LANDASAN PELAKSANAAN PPL
          1. Landasan Teoritis
a.  Kurikulum Fakulatas Tarbiyyah STAI Al-Azhary Cianjur yang berorientasi pada Kurikulum Nasional.
b.  Program kerja Puket Fakultas Tarbiyyah STAI Al-Azhary Cianjur.

          2. Landasan Praktek
                         Praktek Pengenalan Lapangan (PPL) mahasiswa fakultas tarbiyah STAI Al-Azhary Cianjur Tahun Akademik 2011-2012 jurusan Pendidikan Agama Islam ( PAI ) dilaksanakan di 14 lokasi yaitu :
Tempat Pelaksanaan PPL ( Tabel.1 )
NO
NAMA SEKOLAH
KLP
DOSEN PEMBIMBING
1.
SMK Negeri 1 Cianjur
I
Dra. Hj. Atikah, MM.Pd.
2.
SMK 2 PGRI Cianjur
II
Fetty Nurbaeti, M.Pd.
3.
SMK Pasundan 1 Cianjur
III
Drs. H.M. E. Hambali
4.
SMA Negeri 1 Cilaku
IV
Dra. Hj. Neraeni, M.Pd.
5.
SMA Negeri 1 Cibeber
V
Uus Husni Hoer, M.Pd.
6.
SMK Nurul Islam Affandiyah
VI
Drs. Tito Hartoyo
7.
SMA Pasundan Cikalong Kulon
VII
Asep Zaenal Mutaqin, M.Pd
8.
SMA PGRI Cipanas
VIII
Imas Robi’ah M.Si
9.
SMA Negeri 1 Sukaresmi
IX
Iwan Edi Irawan, SE
10.
SMA Negeri 1 Sukanagara
X
Drs. Isep Samsul Alam, M.Ag
11.
MAN Cianjur
XI
Drs. H.M. Komarudin D
12.
MAS Nurul Islam Affandiyah
XII
Drs. Tamtam Kamaludin
13.
MAS Tanwiriyah Karang Tengah
XIII
Drs. Deden Rohendi, M.Pd
14.
MAS Nurul Bayan Cikalong Kulon
XIV
Dadang Zaenal Muttaqin, SHI.

3. Peserta Praktek Pengenalan Lapangan ( PPL )
Mahasiswa eksekutif kelas 6C STAI Al-Azhary Cianjur fakultas tarbiyah pada jurusan Pendidikan Agama Isalm ( PAI ) yang melaksanakan Praktek Pengenalan Lapangan pada SMK Nurul Islam Sukaluyu berjumlah 12 praktikan yang tergabung dalam kelompok VI (Enam) antara lain :
Peserta PPL ( Tabel. 2 )
NO
NAMA MAHASISWA
NPM
KETERANGAN
1.
SANDI ROMADONA
11.2009.093
Ketua Kelompok
2.
AI NURJANAH
11.2009.049
Sekertaris
3.
NURHAYATI RATNA DALILAH
11.2009.002
Bendahara
4.
TETEN SAEPUL ALLAM
11.2009.063
Anggota
5.
DESI SRI LESTARI
11.2008.074
Anggota
6.
DWI MUFIDATUSSOLIHAH
11.2009.146
Anggota
7.
CUCU LISNAWATI HADI
11.2009.112
Anggota
8.
DINA ROSDIANA
11.2009.061
Anggota
9.
INTAN PERMATASARI
11.2009.111
Anggota
10.
TUTI ERLITA
11.2009.040
Anggota
11.
SITI JULAEHA
11.2009.202
Anggota
12.
NENENG SITI FATIMAH
11.2009.024
Anggota

C).       TUJUAN PPL
            1. Tujuan Umum
Melalui Praktek Pengenalan Lapangan (PPL) ini diharapkan mahasiswa memiliki kemampuan untuk menjadi seorang tenaga pendidik yang profesional, yaitu seorang pendidik yang memiliki kemampuan didalam mengembangkan keprobadian, kemampuan, menguasai bahan pengajaran, terampil dalam menyusun dan mempersiapkan bahan pengajaran, terampil dalam melaksanakan program pengajaran, terampil dalam menilai hasil evaluasi dalam proses belajar mengajar yang telah dilaksanakan, serta mampu memahami management dan program sekolah, disamping itu Praktek Pengenalan Lapangan (PPL) selain dari pengembangan keguruan kegiatan ini dimaksudkan untuk menjalin hubugan silaturahmi antara praktikan dengan sekolah tempat kegiatan PPL dilaksanakan, sehingga para peserta praktikan mampu bersosialisasi dilingkungan sekolah dalam pengembangan keilmuan tentang pendidikan dan kepribadian yang menjadi tujuan dalam mewujudkan tenaga pendidika yang profesional.

2. Tujuan Khusus
Tujuan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan Praktek Pengenalan Lapangan Ini adalah :
a.       Melatih mahasiswa untuk menyimak dan memperhatikan situasi dan kondisi dilapangan.
b.      Melatih mahasiswa untuk mendapatkan data dan informasi secara langsung yang selanjutnya diolah dan dianalisa untuk menemukan solusinya.
c.       Melatih mahasiswa mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh di bangku kuliah dan dapat memberikan kontribusi gagasan pendidikan di sekolah tempat praktek.
d.      Melatih mahasiswa dalam mempersiapkan perangkat pembelajaran, melaksanakan kegiatan belajar mengajar serta mampu mengevaluasi peserta didik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan.

D).       MANFAAT PPL
Banyak manfaat dan kegunaan yang di dapat oleh mahasiswa praktikan diantaranya sebagai berikut :
1.    Memberikan kesempatan kepada mahasiswa sebagai calon guru untuk mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah.
2.    Memberikan pengalaman-pengalaman baru dan menambah pengetahuan yang telah dimiliki.
3.    Mengembangkan wawasan dan keterampilan mengajar supaya lebih kreatif dan inovatif dalam melaksanakan kegiatan/ tugas-tugas kependidikan.
4.    Mengenal karakter dan kebiasaan siswa dan keadaan sekolah sejak dini, sehingga ketika seorang calon guru terjun ke lapangan pendidikan keadaan tersebut sudah bukan sesusatu yang asing baginya.

E).       TAHAPAN PELAKSANAAN PPL 
1.    Pembekalan (DIKLAT)
Kegiatan pendidikan dan latihan (Diklat) Praktik Pengenalan Lapangan (PPL) dilaksanakan selma dua hari yaitu pada tanggal 28 dan 29 Januari 2012di aula sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Azhary Cianjur. Acara dimulai pada hari Sabtu yang diawali dengan pembukaan yang pada kesempatan itu dibuka oleh Drs. H. Anang Sarif Hidayat yang mewakili bapak ketua STAIS Al-Azhary. dalam kesempatan Diklat itu, dipaparkan beberapa hal mengenai persiapan yang harus dilakukan oleh praktikan maupun penjelasan mengenai pelaksanaan dilapangan agar para praktikan tidak kaku ketika terjun di lapangan. Pembekalan yang diberikan meliputi arahan mengenai orientasi dan obervasi, pembinaan akhlak guru, perencanaan prangkat pembelajaran PAI, dan cara penyusunan laporan.
Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk memberikan pembekalan berupa teori, strategi dan metode yang dapat digunakan oleh praktikan dalam pelaksanaan Praktek Pengenalan Lapangan (PPL) di sekolah-sekolah yang telah di tentukan agar tujuan PPL tercapai.
Adapun Jadwal kegiatan Diklat Praktek Pengenalan Lapangan (PPL) sebagai berikut:
Jadwal Pembekalan Diklat ( Tabel. 3 )
Hari : Sabtu, 28 Januari 2012
NO.
WAKTU
MATERI
NARA SUMBER
1.
Sabtu,
13.30-15.00
ACARA PEMBUKAAN
1. Pembukaan
2. Pembacaan ayat suci Al-Qur’an
3. Laporan Panitia
4. Pengarahan Ketua STAI Al-Azhary Cianjur.
5. Do’a/Penutup
MC
2.
15.00-15.30
I s t i r a h a t   /  S h a l a t
3.
15.30-16.30
Orientasi dan Observasi
Drs. H. Imang S. Winata, MBA, MA
4.
16.30-17.30
Akhlak Guru
Drs. H. ME. Hambali

Hari : Minggu, 29 Januari 2012
NO.
WAKTU
MATERI
NARA SUMBER
1.
Minggu,
08.00-09.00
Pelaksanaan Ekstra Kurikuler
Drs. H.M. Komarudin D
2.
09.00-09.30
Penyusunan Laporan
Drs. H.J.Z. Ariefin Abd, M.Pd
3.
09.30-10.00
I s t i r a h a t
4.
10.00-11.00
Perenanaan Pengajaran KTSP / RPP PAI
Dra. Hj. Atikah, M.MPd /
Dra. Hj. Nuraeni, M.Pd
5.
11.00-11.30
Etika Profesi
Drs. H. Unang Sobandi, MA
6.
11.30-12.00
Penutupan
MC.

1.             Kegiatan Orientasi
Orientasi merupakan langkah awal dalam pelaksanaan kegiatan PPL ini. Dalam hal ini mahasiswa praktikan mendapatkan pengarahan, petunjuk dan bimbingan dari Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah urusan Kurikulum selaku koordinator guru pamong serta petugas lainnya yang ditunjuk.
Secara khusus Orietasi ini diprioritaskan kepada hal-hal berikut :
1.    Pemahaman Kurikulum dan Program Tahunan SMK Nurul Islam untuk tahun pelajaran 2011-2012, Program Semester dan Program Harian.
2.    Administrasi Sekolah dan Administrasi Kelas
3.    Struktur dan karakter keorganisasian
Dengan berorientasi pada hal-hal tersebut maka akan mudah bagi kami untuk beradaftasi dalam pelaksanaan dan menjalankan tugas yang telah ditetapkan dalam kegiatan dilingkungan SMK Nurul Islam.

2.        Kegiatan Observasi
Dalam kegiatan observasi ini kami melakukan pengamatan langsung untuk memperoleh data informasi mengenai lokasi, situasi dan kondisi sekolah. Kemudian data dan informasi ini diolah dan dianalisis sehingga kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan tidak mendapat hambatan yang berarti dan berjalan sesuai dengan tujuan program.
Kegiatan observasi ini difokuskan kepada bidang-bidang berikut :
1.    Struktur Organisasi Sekolah
2.    Kurikulum
3.    Administrasi Sekolah dan Administrasi Kelas
4.    Kesiswaan
5.    Bimbingan dan Konseling
6.    Perpustakaan
7.    Pelaksanaan Pengajaran
8.    Administrasi Kesekretariatan Sekolah
9.    Kode Etik
10.     Tata Tertib
Dalam pelaksanaan Praktek Pengenalan Lapangan (PPL), praktikan berhubungan langsung dengan Guru Pamong untuk meminta petunjuk dan bimbingan tentang langkah-langkah yang baik dalam menjalankan program-program agar senantiasa lancar tanpa mengalami banyak kesulitan, baik langkah-langkh persiapan, pelaksanaan maupun evaluasi termasuk pula kepada hal-hal yang bersifat mendadak.

3.             Kegiatan Adaptasi
Sejak awal kedatangan sampai berakhirnya kegiatan Praktek Pengenalan Lapangan (PPL), kami berusaha dapat menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi sekolah / daerah dan selalu menjalin hubungan yang baik dengan Kepala Sekolah, guru pamong, karyawan, siswa dan masyarakat sekitar. Kami menyadari pentingnya tugas dan kewajiban yang dibebankan oleh koordinator dan guru pamong sehingga kami berusaha untuk dapat melaksanakan program Praktek Pengenalan Lapangan (PPL) ini dengan baik.

F).       SISTEMATIKA PENYUSUNAN LAPORAN
Untuk lebih memudahkan dalam penyusunan laporan ini, penulis menyusun sistematika peyusunan laporan ini terdiri dari 4 (lima) Bab, yakni :
Ø Bab I     Pendahuluan
Ø Bab II   Kondisi Objektif SMK Nurul Islam
Ø Bab III  Program Praktek Mengajar
Ø Bab IV  Kesimpulan Dan Saran
Ø Lampiran-Lampiran.

 
BAB II
KONDISI OBJEKTIF SMK NURUL ISLAM

A.    SEJARAH SINGKAT SMK NURUL ISLAM
SMK Nurul Islam Cianjur didirikan pada tahun 21 Oktober 1999 yang dikepalai pertama kali oleh Drs. H. Aceng Sirojudin hingga sekarang. Adapun beberapa alasan mengapa SMK Nurul Islam Cianjur ini didirikan yaitu jauhnya lokasi Sekolah Menengah Atas / sederajat yang dapat diakases para lulusan SLTP sehingga untuk menampung para peserta didik yang akan melanjutkan ke SMK yang mana banyak sekali lulusan SLTP yang tidak bisa melanjutkan yang menyebabkan kurangnya keadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan bagi putra putrinya menjadikan generasi penerus yang berakhlaq mulia dan berilmu pengetahuan luhur, disamping itu ada beberapa factor penyebab yang memprakarsai berdirinya SMK Nurul Islam ini berdiri antara lain:
a.    Jauhnya SMA/SMK sederajat yang dapat diakses.
b.    Faktor transportasi ke SMA sederajat kurang lebih 25 sampai 30 KM
c.    Faktor biaya karena termasuk desa IDT.

B.     STRUKTUR ORGANISASI SMK NURUL ISLAM
Struktur organisasi kepengurusan SMK Nurul Islam adalah gambaran  umum dari jalur koordinasi manajemen sekolah yang tergambar dari bagan dan daftar nama-nama staf pengajar serta karyawan SMK Nurul Islam tahun pelajaran 2011-2012. ( Struktur Organisasi Terlampir)

C.    VISI dan MISI SMK NURUL ISLAM
1)      Visi
Terwujudnya peserta didik yang beriman dan bertaqwa kepada Allah Swt serta terjalinya peserta didik yang lebih cerdas berketerampilan dan memiliki kepekaan sosial.
2)      Misi
a)    Mewujudkan peserta didik yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT.
b)   Membekali peserta didik agar mampu berkompetisi di dunia kerja berdasarkan bidang keahliannya.
c)    Mempersiapkan peserta didik dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya agar mampu bersaing menghadapi tantangan dunia kerja.
d)   Membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan untuk mewujudkan pendidikan pada jenjang yang lebih baik.

D.    PROFIL SEKOLAH
1. IDENTITAS SEKOLAH
a) Nama Sekolah                     : SMK Nurul Islam
b) No. Statistik Sekolah          : 34.4.02.07.23.007
c) Nomor Identitas Sekolah    : 410601
d) Yayasan                              : Nurul Islam Affandiyah
e) Alamat                                : Jl.Raya Bandung Km.09
                                                  Karangsambung Ciodeng Selajambe
                                                  Sukaluyu - Cianjur
                                                  Telp   : (0263) 325749
                                                  Fax    : (0263) 322734
f) SK. Pendirian                      : SK. Kakandepdikbud Jawa Barat
                                                  No. 3392/102.1/Kep/OT/1999
                                                  Tanggal 21 Oktober 1999
g) Jenjang Akreditasi              : Terakreditasi (A)
h) Bidang Keahlian                 : 1. Bisnis dan Manajemen
                                                  2. Tekhnologi Informasi dan Komunikasi   
i) Program Keahlian                : 1. Akuntansi
                                                  2. Rekayasa Perangkat Lunak
2. DATA PERSONAL
a)  Kepala Sekolah
·      Nama                                : Drs.H.Aceng Sirojudin
·      Tempat, Tanggal Lahir     : Jakarta,17 januari 1966
·      Pendidikan Terakhir         : S.1 Jurusan Sosial Politik
·      Alamat                             : Jl. Raya Bandung Km.09
                                           Karangsambung Ciodeng Selajambe
                                           Sukaluyu - Cianjur
                                           Telp   : (0263) 322734
b). Wakil Kepala Sekolah
·      Nama                                : Asep Yadi Permana, S.Pd.
·      Tempat, TanggalLahir      : Cianjur, 19 Desember !972
·      PendidikanTerakhir          : S.1 Seni dan Bahasa Indonesia
·      Alamat                             : Kp. Parung Bedil Ds. Sukamulya
  Kec. Sukaluyu Kab. Cianjur.
  Telp   : ( 0263 ) 9150504
c). Tenaga Pendidik Dan Karyawan
     Jumlah tenaga pendidik dan karyawan SMK Nurul Islam untuk tahun pelajaran 2011-2012 adalah sebanyak 44 orang, yang terdiri dari 40 orang Guru Tidak Tetap (GTT) dan 3 orang Pekerja Tidak Tetap (PTT). Berikut ini data keadaan guru dan karyawan SMK Nurul Islam Selengkapnya :
Daftar Guru Dan Karyawan SMK Nurul Islam ( Tabel. 4 )

NO
NAMA
L/P
JABATAN
STATUS
PEGAWAI
1.
Drs. H. Aceng Sirojudin
L
Kepala Sekolah
GTT
2.
Drs. KH. Zainal Arifin
L
Guru
GTT
3.
Olih Solihin, S.Ag
L
Guru
GTT
4.
Asep Yadi Permana, S.Pd
L
WKS/Guru
GTT
5.
Iwan Somadi, S.Pd
L
Guru
GTT
6.
R. Siti Nurulhasanah,S.Pd
P
Guru
GTT
7.
Hj.Amelia Dewi, S.Pd
P
Bendahara/Guru
GTT
8.
Nu’man Asy’ari, S.Pd
L
Staff TU/Guru
GTT
9.
Dede Hermawan,  S.Pd
L
Guru
GTT
10.
Utep Sutiana
L
Kepala TU/Guru
GTT
11.
Wawan Hermawan S.
L
Guru
GTT
12.
Ati Rohayati, Am.Pd.I
P
Guru
GTT
13.
Mahmudin,  S.Pd.I
L
Sataff TU/Guru
GTT
14.
Salman Hilmi,  S.Pd
L
Guru
GTT
15.
Rifat Arief Ridwani,S.Pd.I
L
Guru
GTT
16.
Devi Sri Puspitasari, S.Pd
P
Guru
GTT
17.
Ir. Ira Rimanita, M.M
L
Guru
GTT
18.
Tati Dahlian, S.E
L
Guru
GTT
19
Siska Rismalinda, S.Pd
P
Guru
GTT
20.
Eva Variani,  S.Pd
P
Guru
GTT
21.
Yayat Ahdiyat, S.Pd.M.Kom
L
Guru
GTT
22.
Yodha Ruri Dhiana, S.Pd
L
Guru
GTT
23.
Mumung ,A.Ma
L
Guru
GTT
24.
Dian Wardah,  S.Pd
P
Guru
GTT
25.
Yuliati, S.E
L
Guru
GTT
26.
Dwi Intan, S.Pd
L
Guru
GTT
27.
Drs. H. Dedi Choerudin
P
Guru
GTT
28
Rudi Permadi,  S.Pd.I
L
Staff TU/Guru
GTT
29.
Agi Hermawan,S.HI
L
Staff TU/Guru
GTT
30.
Hawin Mualif,  S.Pd.I
L
Staff TU/Guru
GTT
31.
Neneng Anggraeni,S.E
P
Guru
GTT
32.
Zulkarnaen,  S.Pd. M.Pd
L
Guru
GTT
33.
M. Irsan, S.Pd
L
Guru
GTT
34.
Eka Permana, S.Sn
L
Guru
GTT
35.
Nuri, S.S
P
Guru
GTT
36.
Aminudin Y
L
Guru
GTT
37.
Titim Fatimah,  S.Pd
P
Guru
GTT
38.
Hani Maria Sopandi, S.H
P
Guru
GTT
39.
Ganjar  Maulana
L
Guru
GTT
40.
Ahmad Sirojudin
L
Staff TU/Guru
GTT
41.
Ahmad Rival A,  S.Pd
L
Guru
GTT
42.
Een Pujiastuti,  S.Pd
P
Guru
GTT
43.
Ihsan Mahdilah,S.I.Kom
L
Guru
GTT
44.
Cucu Siti Maspupah
P
Guru
GTT
45.
Jamaludin
L
Satpam
PTT
46.
Imam
L
Pasapon
PTT
47.
Ahmad Nurbara
L
Petugas Perpustakaan
PTT
48.
A. Hasan Abdullah, B.A
L
Guru
GTT


3. KONDISI PESERTA DIDIK
       a. Perkembangan Jumlah Peserta Didik ( Tabel. 5 )
KELAS
2010 / 2011
JML
2011 / 2012
JML
L
P
L+P
L
P
L+P
X
63
139
202
75
135
210
XI
69
149
218
63
139
202
XII
51
96
147
69
149
218
JUMLAH
138
384
567
207
423
630

b. Data Peserta Didik Tidak Naik Kelas ( Tabel. 6)
KELAS
2009 / 2010
JML
2010 / 2011
JML
L
P
L+P
L
P
L+P
X
0
0
0
0
0
0
XI
0
0
0
0
0
0
XII
0
0
0
0
0
0
JUMLAH
0
0
0
0
0
0

c. Data Drop Out Peserta Didik ( Tabel. 7 )
KELAS
2009 / 2010
JML
2010 / 2011
JML
L
P
L+P
L
P
L+P
X
0
0
0
0
0
0
XI
0
0
0
0
0
0
XII
0
0
0
0
0
0
JUMLAH
0
0
0
0
0
0

d. Data Lulusan ( Tabel. 8)
LULUSAN
2007 / 2008
2008 / 2009
2009 / 2010
JUMLAH
L
P
L
P
L
P
L
P
L
17
30
19
57
51
96
87
183
T L
0
0
0
0
0
0
0
0
JUMLAH
0
0
0
0
0
0
0
0

e. Daya Serap Lulusan ( Tabel. 9 )
Periode dan Jumlah Lulusan / Pemakai Lulusan
2007 / 2008
2008 / 2009
2009 / 2010
JUMLAH
L
P
L
P
L
P
L
P
PTN
0
0
0
0
0
0
0
0
PTS
6
8
4
10
10
8
20
26
BEKERJA DU/DI
7
15
5
28
15
35
27
78
WIRASWATA
3
8
4
15
8
10
15
33
PNS
0
0
0
0
0
0
0
0
Tidak Ada Laporan
1
3
6
4
6
7
13
14
JUMLAH
17
30
19
57
39
60
30
151

5. KONDISI GURU ( Tabel. 10 )
Jenjang Pendidikan
Guru Yayasan
Guru Tetap Yayasan
Guru Tidak Tetap
Jumlah
S.2
-
-
-
-
2
-
2
-
S.1
6
-
15
-
17
-
38
-
D.3
-
-
-
-
5
-
5
-
SMA
-
-
3
-
-
-
3
-
JUMLAH
6
-
18
-
24
-
48
-

7.  ROMBONGAN BELAJAR ( Tabel. 11 )
KELAS
ROMBONGAN BELAJAR
Jumlah
A K
RPL
X
4 Rombel
3 Rombel
7 Rombel
XI
3 Rombel
2 Rombel
5 Rombel
XII
3 Rombel
2 Rombel
5 Rombel
Jumlah
10 Rombel
7 Rombel
17 Rombel

5. PROGRAM / JURUSAN
a.    Bidang Keahlian         : Bisnis dan Manajemen
Program Keahlian        : Akuntansi
Kepala Program           : R. Siti Nurul, S.Pd
b.   Bidang Keahlian         : Teknologi Informasi dan Komunikasi
Program Keahlian        : Tekhnik Komputer dan Informatika
Kepala Program           : Yayat Ahdiyat, S.Pd.

8.    SARANA DAN PRASARANA
Sarana dan prasarana PBM dilingkungan SMK Nurul Islam cukup memadai meskipun masih perlu tambahan untuk kelengkapan dan kesempurnaannya. Beberapa fasilitas yang telah tersedia diantaranya :
a.   Bangunan ( Tabel. 12 )
Ruang
Jumlah
Teori/Kelas
19
Laboratorium
2
Perpustakaan
1
Guru
1
Kepala Sekolah
1
Tata Usaha
1
Bimbingan Konseling
1
Bank Mini
1
OSIS
1
WC Siswa
5
Tempat Wudlu
3
WC Kepala Sekolah
1
WC  Pegawai
-
WC Guru
2
Kantin Siswa
3
b. Penunjang KBM ( Tabel. 13 )
Buku
Jumlah
Buku Sumber
24
Alat Peraga
4



c. Penunjang Olah Raga Dan Praktek Lapangan ( Tabel. 14)
Jenis
Jumlah
Lapangan Upacara
1
Lapangan Tenis Meja
1
Lapangan Futsal
1
Lapangan Basket
1
Lapangan Voli Ball
1
Lapangan Badminton
1

d. Penunjang Kesenian dan Kurikuler ( Tabel. 15 )
Nama
Jenis
Jumlah
Seni Beladiri
Boxer-Pencak Silat
2
Seni Islami
Marawis-Kaligrafi
1
Seni Sunda
Degungan
1
Seni Musik
Drum Band
1

e.    Penunjang Keterampilan Komputer Dan Elektronika ( Tabel. 16 )
Nama
Kondisi
Jumlah
Baik
Rusak
Komputer
25
5
30
Printer
4
-
4
Note Book
5
-
5
LCD Projector
4
-
4
Jaringan Internet
2
-
2
Kamera Digital
2
-
2
Scanner
1
-
1
Sound System
1
-
1
Tape Recorder
2
-
2
TV
2
-
2
Daya Listrik
1300 V
-
53
10.  LOKASI DAN DENAH
Adapun lokasi SMK Nurul Islam berada di Jl. Raya Bandung Km.09 Karangsambung Ciodeng Desa. Selajambe Kecamatan Sukaluyu Kabupaten Cianjur. Serta untuk Denah Lokasi SMK Nurul Islam dapat di lihat dalam (lampiran).                                       

E.     TUGAS POKOK DAN FUNGSI GURU / KARYAWAN
Tugas Pokok dan Fungsi guru / staf pengajar serta karyawan yang bertugas di SMK Nurul Islam adalah sebagai landasan untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya terhadap kewajibannya yang diberikan oleh pihak SMK Nurul Islam sebagai guru atau karyawan yang harus di laksanakan oleh masing-masing personal. Sehingga dengan mengetahui Tugas Pokok dan Fungsi-nya masing-masing manajemen sekolah secara tidak langsung akan berjalan sesuai dengan koridornya.  Adapun Tugas Pokok dan Fungsi-nya antara lain :

1.      Tupoksi Kepala Sekolah
a)    Kepala Sekolah sebagai Pendidik (Educator)
b)   Kepala Sekolah sebagai Menejer ( Manager )
c)    Kepala Sekolah sebagai Pengelola Administrasi ( Administrator )
d)   Kepala Sekolah sebagai Peyelia ( Supervisor )
e)    Kepala Sekolah sebagai Pemimpin ( Leader )
f)    Kepala Sekolah sebagai Pembaharu ( Inovator )
g)   Kepala Sekolah sebagai pendorong ( Motivator )

2.    Tupoksi Wakil Kepala Sekolah
Membantu dan bertanggung jawab kepada kepala sekolah dalam :
a)    Menyusun perencanaan, membuat program kegiatan dan program pelaksanaan
b)   Pengorganisasi
c)    Pengarahan
d)   Ketenagaan
e)    Pengkoordinasian
f)    Pengawasan
g)   Penilaian
h)   Identifikasi dan Pengimpulan data
i)     Mewakili Kepala Sekolah untuk menghadiri rapat khususnya yang berkaitan dengan masalah pendidikan
j)     Membuat laporan secara berkala
3.      Tupoksi Kaur Kurikulum
Yang menangani dan bertanggung jawab terhadap  masalah Kurikulum adalah pembantu Kepala Sekolah bidang Kurikulum yang bertanggung jawab terhadap hal-hal sebagai berikut :
Membantu dan bertanggung jawab kepada kepala sekolah dalam :
a)    Menyusun program pengajaran
b)   Menyusun dan menjabarkan kalender pendidikan
c)    Menyusun pembagian tugas guru dan jadwal pelajaran
d)   Menyusun jadwal epaluasi belajar dan pelaksanaan ujian akhir
e)    Menerapkan kriteria persyaratan kenaikan kelas dan ketamatan
f)    Mengatur jadwal penerimaan raport dan sttb
g)   Mengkoordinasikan menyusun dan mengarahkan penyusunan kelengkapan mengajar
h)   Mengatur pelaksanaan program perbaikan dan pengayaan 
i)     Mengatur pengembangan MGMP/ MGBP dan koordinator mata pelajaran
j)     Melakukan supervise administrasi akademis
k)   Melakukan perarsipan program kurikulum
l)     Penyusunan laporan secara berkala
4.      Tupoksi Kaur Kesiswaan
Membantu dan bertanggunga jawab kepada kepala sekolah dalam :
a)    Menyusun program pembinaan kesiswaan ( OSIS ), meliputi: Kepramukaan, PMR, KIR, UKS, PKS, Paskibra, Durm Band, Kesenian.
b)   Melaksanakan bimbingan, pengarahan dan pengendalian kegiatan kesiswaan/OSIS dalam rangka
c)    Mengadakan disiplin dan tata tertib sekolah serta pemilihan pengurus OSIS
d)   Membina pengurus osis dalam berorganisasi
e)    Menyusun jadwal dan pembinaan serta secara berkala dan incidental
f)    Membina dan melaksanakan koordinasi 9 K
g)   Melaksanakan pemilihan calon siswa berprestasi dan menerima bea siswa
h)   Mengadakan pemilihan siswa untuk mewakili sekolah dalam kegiatan di luar sekolah
i)     Mengatur mutasi siswa
j)     Menyusun dan membuat kepanitiaan penerimaan siswa baru dan pelaksanaan mos
k)   Menyusun dan membuat jadwal kegiatan akhir tahun sekolah
l)     Menyelenggarakan cerdas cermat dan olahraga prestasi
m) Membuat laporan kegiatan kesiswaan secara berkala.
5.      Tupoksi Kaur Sarana Prasarana
Membantu dan bertanggungjawab kepada kepala sekolah dalam :
a)    Menyusun program pengadaan saraana prasaraana
b)   Mengkoordinasikan penggunaan saran prasarana
c)    Pengelolaan pembiayaan alat-aalt pengajaran
d)   Mengelola perawatan dan perbaikan sarana prasarana
e)    Bertanggungjawb terhadap kelengkapan data sekolah secara keseluruhan
f)    Melaksanakan pembukuan sarana dan prasarana secara rutin
g)   Menyusun laporan secara berkala.
6.      Tupoksi Kaur Humas
Membantu dan bertanggungjawab kepada Kepala Sekolah dalam :
a)    Mengatur dan menyelenggarakan hubungan sekolah dengan dewan sekolah
b)   Membina hubungan antara sekolah dengan wakil murid
c)    Membina pengembangan antar sekolah dengan lembaga pemerintah, dunia usaha dan lembaga social lainnya
d)   Membuat dan menyusun program semua kebutuhan sekolah
e)    Koordinasi dengan semua stap untuk kelancaran kegiatan sekolah
f)    Menciptakan hubungan yang kondusif diantara warga sekolah
g)   Melakukan koordinasi dengan semua stap dan bertanggung jawab untuk mewujudkan 9 K
h)   Menyusun program kegiatan bakti social, karya wisata dan pameran hasil pendidikan (Gebyar Pendidikan)
i)     Mewakili kepala sekolah apabila  berhalangan untuk menghadiri rapat masalah masalah yang bersifat umum
j)     Menyusun laporan secara berkala.
7.      Tupoksi Kasubag Tata Usaha
Bertanggung jawab kepada kepala sekolah dalam kegiatan:
a)    Penyusunan program kerja tata usaha sekolah
b)   Penangelolaan dan persiapan surat surat masuk dan keluar
c)    Pengurusan dan pelaksanaan administrasi sekolah
d)   Pembinaan dan pengembangan karir pegawai tata usaha sekolah
e)    Penyusunan administrasi sekolah meliputi kurikulum, kesiswaan, dan ketenagaan
f)    Penyusunan dan penyajian data/ statistic sekolah secara keseluruhan
g)   Penyusunan tugas staf tata usaha dan tenaga teknis lainnya
h)   Mengkoordinasikan dan melaksanakan 9 K
i)     Penyusunan laporn secara berkala.
8.      Tupoksi Wali Kelas
Membantu dan bertanggung jawab kepada kepala sekolah dalam :
a)    Pengelolaan kelas
1.    Tugas pokok meliputi
·  Mewakili orang tua dan kepala sekolah dalam lingkungan pendidikan
·  Meningkatkan ketaqwaan terhadap tuhan yang maha esa
·  Membantu pengembangan keterampilan dan kecerdasan peserta didik
·  Membina karakter budi pekerti dan kepribadian peserta didik
2.    Keadaan peserta didik
·  Mengetahui jumlah ( putra dan putrid ) dan nama- nama peserta didik
·  Mengetahui identitas lain dari peserta didik
·  Mengetahui kehadiran peserta didik setiap hari
·  Mengetahui masalah masalah yang di hadapi peserta didik
3.    Melakukan penilaian
·  Tingkah laku peserta didik sehari- hari di sekolah
·  Kerajinan, kelakuan, dan kedisiplinan anak
4.    Mengambil tindakan bila di anggap perlu
·  Pemberitahuan, pembinaan, dan pengarahan
·  Peringatan secara lisan dan tertulis
·  Peringatan khusus yang berkaitan dengan Bp/ kepala sekolah
5.    Langkah tindak lanjut
·  Memperhatikan buku nilai rapor peserta didik
·  Memperhatikan keberhasilan/ kenaikan peserta didik
·  Memperhatikan dan membina suasana kekeluargaan
b)   Menyelenggaraan administrasi kelas, Meliputi :
1.    Denah tempat duduk peserta didik
2.    Papan absensi peserta didik
3.    Daftar pelajaran dan daftar fiket
4.    Buku presensi
5.    Buku jurnal kelas
6.    Tata tertib kelas
c)    Penyusunan dan pembuatan statistic bulanan peserta didik
d)   Pembuatan catatan khusus tentang peserta didik
e)    Pencatatan mutasi peserta didik
f)    Pengisian dan pembagian buku laporan penilaian hasil belajar.
9.      Tupoksi Bimbingan Konseling ( Bk )
Membantu kepala sekolah dalam kegiatan:
a)    Penyusunan dan pelaksanaan program bimbingan dan konseling
b)   Koordinasi dengan wali kelas dalam rangka mengatasi masalah- masalah yang dihadapi  peserta didik tentang kesulitan belajar.
c)    Memberikan layanan dan bimbingan kepada peserta didik agar lebih berprestasi dalam kegiatan belajar
d)   Memberikan saran dan pertimbangan kepada peserta didik dalam memperoleh gambaran tentang lanjutan pendidikan dan lapangan pekerjaan yang sesuai
e)    Mengadaka penilaian pelaksanaan bimbingan dan konseling
f)    Menyusun statistic hasil penilaian bimbingan dan konseling
g)   Melaksanakan kegiatan analisis hasil evaluasi belajar
h)   Menyusun dan melaksanakan program tindak lanjut bimbingan dan konseling
i)     Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling
10.  Tupoksi Pustakawan Sekolah
Membantu kepala sekolah dalam kegiatan:
a)    Perencanaan pengadaan buku / bahan pustaka/media elektronika
b)   Pelayan perpustakaan
c)    Perencanaan pengembangan perpustakaan
d)   Pemeliharaan dan perbaikan buku-buku/bahan pustaka / media elektronika
e)    Inventarisasi dan pengadministrasian
f)    Penyimpanan buku/bahan pustaka,dan media elektronika
g)   Menyusun tata tertib perpustakaan
h)   Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan perpustakaan secara berkala.
11.  Tupoksi Laboran
Membantu kepala sekolah dalam kegiatan :
a)    Perencanaan pengadaan alat dan bahan laboratorium
b)   Menyusun jadwal dan tata tertib penggunaan laboratorium
c)    Mengatur penyimpanan, pemeliharaan, dan perbaikan alat-alat laboratorium
d)   Membuat dan menyusun daftar alat-alat laboratorium
e)    Inventarisasi dan pengadministrasian alat-alat laboratorium
f)    Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan laboratoium secara berkala.
12.  Tupoksi Guru
Guru bertanggung jawab kepada kepala sekolah dalam melaksanakan KBM, Meliputi:
a)    Membuat kelengkapan mengajar dengan baik dan lengkap
b)   Melaksanakan kegiatan pembelajaran
c)    Melaksanakan kegiatan penilaian proses belajar ,ulangan,dan ujian.
d)   Melaksanakan analisis hasil ulangan harian
e)    Menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan pengayaan
f)    Mengisi daftar nilai peserta didik
g)   Melaksanakan kegiatan membimbing (pengimbasan pengetahuan), kepada guru lain dalam proses pembelajaran
h)   Membuat alat pelajaran/alat peraga
i)     Menumbuh kembangkan sikap menghargai karya seni
j)     Mengikuti kegiatan pengembangan dan pemasyarakatan kurikulum
k)   Melaksanakan tugas tertentu di sekolah
l)     Mengadakan pengembangan program pembelajaran
m) Membuat catatan tentang kemajuan hasil belajar peserta didik
n)   Mengisi dan meneliti daftar hadir sebelum memulai pelajaran
o)   Megatur kebersihan ruang kelas dan sekitarnya
p)   Mengumpulkan dan menghitung angka kredit untuk kenaikan pangkat.


13.  Tupoksi Guru Piket
a)    Meningkatkan pelaksanaan 9 K ( keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan, kekeluargaan, kerindangan, kesehatan, keteladanan, dan keterbukaan. )
b)   Mengadakan pendataan dan mengisi buku piket
c)    Menertibkan kelas-kelas yang kosong dengan cara menginval jam yang kosong
d)   Pada jam ke 2 harus menghubungi orang tua siswa yang tidak masuk tanpa keterangan melalui telepon, atau mengunjungi ke rumah bagi yang tidak memiliki telepon
e)    Mencatat beberapa kejadian :
·  Guru dan siswa yang terlambat
·  Guru dan siswa yang pulang sebelum waktunya
·  Kelas yang pulang / di pulangkam sebelum waktunya
·  Kejadian- kejadian peting lainnya
f)    Mengawasi siswa sewaktu berada di luar kelas karena istirahat, dan keliling kelas sambil mengingatkan siswa untuk beristirahat bagi siswa yang masih berada di dalam kelas
g)   Petugas piket harus hadir paling lambat 5 menit sebelum bel masuk
h)   Melaporkan kasus-kasus yang bersifat khusus kepada wali kelas atau guru pembimbing
i)     Mengawasi berlakunya tata tertib sekolah.


F.     ADMINISTRASI KESEKERTARIATAN SEKOLAH
Sebagai lembaga pendidikan yang berusaha untuk mengembangkan manajemen sekolah dalam bidang administrasi, SMK Nurul Islam senan tiasa berbenah diri dengan menata Administrasi Sekolah yang anatara lain :
1.    Bidang Umum
·      Agenda surat
·      Ekspedisi
·      Pengumuman
·      Buku tamu 1 ( intern )
·      Buku tamu 2 ( ekstern )
·      Piket sekolah
·      Agenda harian kepala Sekolah
·      Arsip kegiatan sekolah
2.    Bidang Pengajaran
·      Rencana kerja tahunan
·      Notula rapat dinas kepala sekolah
·      Notula rapat personal
·      Observasi PBM
·      Pengecekan administrasi guru
·      Daftar kenaikan kelas
·      Daftar calon peserta ujian akhir
·      Pengelolaan nilai ujian akhir
·      Daftar lulusan dan penyerahan STTB
·      Diskusi professional
·      Kegiatan ekstrakurikuler
·      Grafik lulusan ujian akhir
·      Grafik daya serap bidang studi
3.    Bidang Personalia
·      Data dianamis
·      Pembagian tugas personal
·      Bepergian berjam-jaman
·      Peringatan / teguran
·      Usul KGB / KT pengajuan calon kepala sekolah
·      Absen personal
·      DP3
·      PP keadaan Guru
4.    Bidang Keuangan
·      Kas box Gaji
·      Perincian gaji
·      Leger gaji
·      Bundel laporan


G.    KODE ETIK PENDIDIK
1.    Beriman dan bertaqwa kepada tuhan yang maha esa
2.    Setia kepada pancasila, UUD 1945, dan Negara
3.    Menjungjung tinggi harkat dan martabat peserta didik
4.    Berbakti kepada peserta didik dalam membantu mengembangkan diri
5.    Bersikap ilmiah dan menjungjung tinggi pengetahuan,ilmu teknologi, dan seni sebagai wahana dalam pengembangan peserta didik
6.    Lebih mengutamakan tugas pokok dan atau tugas Negara lainnya dari pada tugas sampingan
7.    Bertanggung jawab, jujur, berfrestasi, dan akuntabel dalam bekerja
8.    Dalam bekerja berpegang teguh kepada kebudayaan nasional dan ilmu pendidikan
9.    Menjadi teladan dan berperilaku
10.     Berprakarsa, Asa dan Cipta
11.     Memiliki sifat kepemimpinan
12.     Menciptakan suasana belaja atau study yang kondusif
13.      Memelihara keharmonisan pergaulan dan komunikasi serta bekerja sama dengan baik dalam pendidikan 
14.     Mengadakan kerja sama dengan orang tua siswa dan tokoh-  tokoh masyarakat
15.     Taat  kepada peraturan perundang-undangan dan kedinasan
16.     Mengembangkan profesi secara kontinu
17.     Secara bersama- sama memelihara dan meningkatkan mutu organisasi proesi.
H.    TATA TERTIB GURU DAN KARYAWAN
1.    Hari dinas selama 7 hari kerja
2.    Mempersiapkan sarana dan kelengkapan proses pembelajaran
3.    Mengisi daftar hadir saat datang dan pulang
4.    Mengisi jurnal kegiatan pembelajaran sehari- hari
5.    Mengumpulkan jurnal kegiatan pada akhir semester
6.    Melaksanakan tugas piket sesuai jadwal yg telah di sepakati
7.    Melaksanakan tugas  sesuai kewenangan dan tanggung jawabnya
8.    Memahami dan mengamalkan wawasan wiyata mandala
9.    Apabila berhalangan hadir dalam dinas, harus :
·      Ada pemberitahuan (surat/kurir/telepon/sms)
·      Substansi ijin harus jelas dan sesuai ketentuan kedinasan
·      Ada surat dokter ( apabila sakit lebih dari 3 hari )
·      Memberikan tugas/ mengirimkan tugas untuk siswa melalui guru piket
10.    Memakai seragam dengan atribut lengkap
11.    Megikuti upacara bendera setiap hari senin/ hri besar nasional
12.    Melaksanakan tugas menjadi Pembina upacara sesuai dengan jadwal.

 
BAB III
PROGRAM PRAKTEK MENGAJAR

A.  KEGIATAN PERSIAPAN
Pada kegiatan persiapan pelaksanaan program praktek mengajar di SMK Nurul Islam, dilaksanakan pada  hari pertama Rabu, 1 Pebruari 2012, setelah acara ceremonial serah terima peserta PPL oleh Dosen Pembimbing dengan pihak sekolah dalam hal ini diwakilkan oleh KAUR Kurikulum, yang sekaligus langsung memberikan penjelasan kepada kami tentang program pembelajaran yang dilaksanakan di SMK Nurul Islam, setelah acara tersebut kami (peserta PPL) melakukan penyesuaian dan pembagian jadwal, yang antara lain :
1.      Pembagian jadwal pelajaran
2.      Pembagian jadwal kelas
3.      Pembagian jadwal piket
(Selengkapnya dapat dilihat dalam lampiran)
Adapun mata pelajaran yang diberikan kepada kami yaitu mata pelajran yang sesuai dengan kompetensi peserta PPL, antara lain:
1. Pelajaran Pendidikan Agama Islam ( PAI )
2. Pelajaran Praktek Ibadah ( PI )
(Selengkapnya dapat dilihat dalam lampiran)
Selain itu juga praktikan PPL dituntut untuk memiliki kemampuan dasar yang diperlukan sebagai guru sekaligus pengajar, diantaranya adalah praktikan harus mampu mengemban tugas diluar kompetensinya, dan dituntut untuk aktif dalam setiap aktvitas kegiatan yang dilaksanakan di sekolah. Salah satu cara yang dilakukan oleh praktikan PPL dalam pelaksanaan pembelajaran adalah dengan menetapkan strategi belajar mengajar yang tepat sehingga dapat meningkatkan keberhasilan belajar peserta didik. Proses kegiatan pembelajaran berlangsung, dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah disepakati sebelumnya. Guru praktikan diminta pihak sekolah untuk mempersiapkan perangkat pembelajaran serta mengkonsultasikannya kepada guru pamong masing-masing sebelum interaksi pembelajaran dilaksanakan. Adapun perangkat pembelajaran yang harus dipersiapkan oleh praktikan adalah menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang disesuaikan dengan Standar Proses sebagiamana tercantum dalam Peraturan Pemerintah No. 41 Tahun 2007, tentang Standar Proses. ( Silabus dan RPP dapat dilihat dalam lampiran ).

B.  KEGIATAN INTI KBM
Dalam kegiatan inti KBM, banyak sekali teori-teori para pakar pendidikan yang mengemukakan tentang bagaimana idealnya suatu proses pembelajaran untuk pencapaian tujuan pendidikan tersebut?. Oleh karena itu kami ingin mengemukakan tentang prinsip-prinsip dasar proses pembelajaran dalam kegiatan inti KBM, diantaranya :
1.    Pengertian proses pembelajaran
Proses pembelajaran merupakan salah satu tahapan penting dalam pembelajaran. Oleh karena itu, proses pembelajaran perlu ditempuh melalui prosedur yang sistematis dan sistemik. Proses pembelajaran adalah proses yang di dalamnya terdapat kegiatan interaksi antara guru-peserta didik dan komunikasi timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan belajar (Rustaman, 2001).
Pelaksanaan proses belajar mengajar adalah proses berlangsungnya belajar mengajar di kelas yang merupakan inti dari kegiatan pendidikan di sekolah. Pelaksanaan pengajaran adalah interaksi guru dengan murid dalam rangka menyampaikan bahan pelajaran kepada peserta didik dan untuk mencapai tujuan pengajaran (Winarno Surachmad, 1983: 257). Sedangkan menurut Roy. R Lefrancois seperti dikutip oleh Dimayati Mahmud (1989: 23), pelaksanaan pengajaran adalah pelaksanaan strategi-strategi yang telah dirancang untuk mecapai tujuan pengajaran.
Di dalam proses pembelajaran dibutuhkan strategi-strategi yang baik dalam melakukan kegiatan pembelajaran. Strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan peserta didik agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Selain itu juga strategi pembelajaran adalah satu kesatuan (integrated) antara materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersama-sama untuk menimbulkan hasil belajar pada peserta didik, sehingga dengan strategi pembelajaran yang matang dapat menghasilkan suatu proses pembelajaran yang bisa memberikan pengalaman belajar berkesan  terhadap peserta didik.

2.    Tahapan pembelajaran
Salah satu aspek yang mempengaruhi keberhasilan pembelajaran adalah kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran, dalam prosesnya pengelolaan tersebut harus diarahkan hingga menjadi suatu proses yang bermakna dan kondusif dalam pembentukan kemampuan peserta didik. Oleh karena itu, kegiatan belajar selain dikembangkan secara sistematis, efektif dan efisien juga perlu variasi kegiatan sebagai alternatif untuk memecu atau menumbuh kembangkan motivasi, kreatifitas dan aktivitas peserta didik dalam belajar. Adapun tahapan dari pembelajaran sebagai berikut :
a ). Kegiatan Pra / Awal Pembelajaran
Kegiatan pendahuluan dalam pembelajaran sering pula disebut dengan pra-instruksional. Fungsi kegiatan tersebut utamanya adalah untuk menciptakan awal pembelajaran yang efektif yang memungkinkan peserta didik dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Untuk memahami tentang kegiatan dan prosedur dalam kegiatan awal pembelajaran, di bawah ini akan diuraikan tentang kegiatan tersebut :
a.1. Menciptakan Kondisi Awal Pembelajaran
Proses pembelajaran akan berhasil dengan baik apabila guru dapat mengkondisikan kegiatan belajar secara efektif. Kondisi belajar tersebut harus dimulai dari tahap pendahuluan atau awal pembelajaran. Upaya yang harus dilakukan untuk mewujudkan kondisi awal pembelajaran yang baik di antaranya:
1.    Menciptakan Sikap dan Suasana Kelas yang Menarik
Kondisi belajar dapat dipengaruhi oleh sikap guru di depan kelas. Guru harus memperlihatkan sikap yang menyenangkan supaya peserta didik tidak merasa tegang, kaku bahkan takut. Kondisi yang menyenangkan ini harus diciptakan mulai dari awal pembelajaran sehingga peserta didik akan mampu melakukan aktivitas belajar dengan penuh percaya diri tanpa ada tekanan yang dapat  menghambat kreativitas peserta didik.
2.    Mengabsen Peserta didik
Guru mengecek kehadiran peserta didik. Untuk menghemat waktu dalam mengecek kehadiran peserta didik dapat dilakukan dengan cara peserta didik yang hadir disuruh menyebutkan peserta didik yang tidak hadir, kemudian guru menanyakan mengapa yang bersangkutan tidak hadir? dan seterusnya.
3.    Menciptakan Kesiapan Belajar Peserta didik
Kesiapan (readinees) belajar peserta didik merupakan salah satu prinsip belajar yang sangat berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik. Ada beberapa alternatif yang dapat dilakukan guru dalam menciptakan kesiapan dan semangat dalam belajar peserta didik, khususnya dalam awal pembelajaran, alternatif yang perlu dilakukan guru di antaranya:
a.    Membantu atau membimbing peserta didik dalam mempersiapkan fasilitas/sumber belajar yang diperlukan dalam kegiatan belajar.
b.    Menciptakan kondisi belajar untuk meningkatkan perhatian peserta didik dalam belajar.
c.    Menujukan minat dan penuh semangat yang tinggi dalam mengajar;
d.   Mengontrol (mengelola) seluruh aktivitas peserta didik mulai dari awal pembelajaran.
e.    Menggunakan media pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan menarik perhatian peserta didik.
f.     Menentukan kegiatan belajar yang memungkinkan peserta didik dapat melakukannya.
g.    Menciptakan Suasana Belajar yang Demokratis
Pada hakikatnya suasana belajar yang demokratis dapat dikondisikan melalui berbagai macam pendekatan proses belajar. Untuk menciptakan suasana belajar yang demokratis guru harus membimbing peserta didik agar berani menjawab, berani bertanya, berani berpendapat atau berani mengeluarkan ide-ide, dan berani memperlihatkan unjuk kerja (performace). Suasana belajar yang demokratis harus dikondisikan sejak awal pembelajaran, guru harus selalu memberikan kesempatan pada peserta didik untuk melakukan kreativitas peserta didik.
a.2. Melaksanakan Kegiatan Apersepsi dan atau Melaksanakan Tes Awal.
Penilaian awal atau pre tes tujuannya adalah untuk mengukur dan mengetahui sejauh mana materi atau bahan pelajaran yang akan dipelajari sudah dikuasai oleh peserta didik. Kemampuan awal tersebut sebagai dasar untuk kelanjutan bahan pelajaran yang harus dipelajari oleh peserta didik. Ada beberapa cara yang dapat digunakan dalam kegiatan apersepsi di antaranya:
1.         Mengajukan pertanyaan tentang bahan pelajaran yang sudah dipelajari sebelumnya.
2.         Memberikan komentar terhadap jawaban peserta didik serta mengulas materi pelajaran yang akan dibahas.
3.         Membangkitkan motivasi dan perhatian peserta didik

b ). Kegiatan inti dalam Pembelajaran
Kegiatan inti dalam pembelajaran sangat memegang peranan penting untuk mencapai tujuan pembelajaran maupun dalam membentuk kemampuan peserta didik yang telah ditetapkan. Proses kegiatan inti dalam pembelajaran akan menggambarkan tentang penggunaan strategi dan pendekatan belajar yang digunakan guru dalam proses pembelajaran, karena pada hakekatnya kegiatan inti pembelajaran merupakan implementasi strategi dan pendekatan belajar. Pada prinsipnya kegiatan inti dalam pembelajaran adalah suatu proses pembentukan  pengalaman dan kemampuan peserta didik secara terprogram yang dilaksanakan dalam durasi waktu tertentu. Langkah kegiatan inti yang perlu dilakukan dalam pembelajaran secara sistematis sebagai berikut:

b.1. Memberitahukan tujuan atau garis besar materi dan kemampuan yang akan dipelajari.
Kegiatan paling awal yang perlu dilakukan guru sebelum membahas pelajaran, adalah memberitahukan tujuan atau garis besar materi dan kemampuan apa yang akan dipelajari peserta didik. Sehingga peserta didik menyadari dan mengetahui apa yang harus dipelajari untuk mencapai tujuan tersebut.
b.2. Menyampaikan alternatif kegiatan belajar yang akan ditempuh peserta didik.
Dalam tahapan ini guru perlu menyampaikan pada peserta didik tentang kegiatan belajar yang bagaimana yang harus ditempuh peserta didik dalam mempelajari topik-topik maupun kemampuan tersebut. Efektivitas dan efisiensi belajar sangat dipengaruhi oleh teknik belajar yang digunakan peserta didik.
b.3.  Membahas materi/menyajikan bahan pelajaran.
Pembahasan atau penyampaian materi pelajaran harus mengutamakan aktivitas peserta didik, sehingga dalam prosesnya guru lebih banyak berperan sebagai fasilitator dan pembimbing. Karena melalui kegiatan ini akan terjadi suatu proses perubahan tingkah laku, dari tidak memahami menjadi memahami, dari tidak mengerti menjadi mengerti, dari tidak mampu menjadi mampu dan dari tidak terampil menjadi terampil.
b.4.  Menyimpulkan pelajaran.
Menyimpulkan pelajaran dirumuskan oleh peserta didik di bawah bimbingan guru. Langkah ini dalam prosesnya sebagai teknik untuk penguatan terhadap hasil belajar peserta didik secara menyeluruh. Kriteria yang harus diperhatikan dalam menyimpulkan pelajaran di antaranya adalah:
1.         Berorientasi pada acuan hasil belajar dan kompetensi dasar.
2.         Singkatjelas dan bahasa (tulis/lisan) mudah dipahami oleh peserta didik.
3.         Kesimpulan tidak keluar dari topik yang telah dibahas.
4.         Dapat menggunakan waktu sesingkat mungkin.              


c.  Kegiatan Akhir dan Tindak Lanjut Pembelajaran
Kegiatan akhir dalam pembelajaran tidak hanya diartikan sebagai kegiatan untuk menutup pelajaran, tetapi juga sebagai kegiatan penilaian hasil belajar peserta didik dan kegiatan tindak lanjut. Kegiatan tindak lanjut harus ditempuh berdasarkan pada proses dan hasil belajar peserta didik. Secara umum kegiatan akhir dan tindak lanjut pembelajaran yang harus dilakukan oleh guru di antaranya:
1) Menilai hasil proses belajar mengajar.
2) Memberikan tugas/latihan yang dikerjakan di luar jam pelajaran.
3) Memberikan motivasi dan bimbingan belajar.
4) Menyampaikan alternatif kegiatan belajar yang dapat di lakukan peserta didik di luar jam pelajaran.
5) Berdasarkan hasil penilaian belajar peserta didik, kemungkinan peserta didik harus diberikan program pembelajaran secara perorangan atau kelompok untuk melaksanakan program pengayaan dan atau perbaikan yang dilakukan di luar jam pelajaran.
Kegiatan akhir dan tindak lanjut harus dilakukan secara sistematis dan fleksibel, sehingga dalam prosesnya akan dapat menunjang optimalisasi hasil belajar peserta didik. Prosedur kegiatan yang perlu ditempuh, setelah melaksanakan kegiatan pendahuluan dan kegiatan inti dalam pembelajaran, serta setelah menyimpulkan pelajaran, maka langkah selanjutnya yang harus dilaksanakan oleh guru adalah sebagai berikut:


c.1. Melaksanakan penilaian akhir
Penilaian belajar dalam kegiatan akhir pembelajaran (postest), tujuannya adalah untuk mengetahui sejauhmana kemampuan peserta didik setelah mengikuti pelajaran tersebut. Dalam prosesnya guru dapat melaksanakan penilaian secara lisan yang ditujukan pada beberapa peserta didik yang dianggap representatif (mewakili) seluruh peserta didik. Teknik lain yang dapat digunakan adalah secara tertulis yang dikerjakan oleh peserta didik di rumah, kecuali kalau waktunya memungkinkan dapat dilaksanakan di sekolah.
c.2. Mengkaji hasil penilaian akhir
Setelah melaksanakan kegiatan penilain guru harus mengkaji apakah hasil belajar tersebut sesuai dengan tujuan pembelajaran?/Apakah tingkat ketercapaian peserta didik dalam kelas/individu terhadap tujuan pembelajaran sudah mencapai pada batas/tingkatan (persentase) minimal? Apabila penilaian dilaksanakan secara lisan, maka dalam tahapan ini guru perlu memutuskan secara spontan dalam menganalisis/mengidentifikasi hasil belajar tersebut. Kemudian gabungkan dengan hasil penilaian proses, maka guru akan memperoleh gambaran kegiatan tindak lanjut yang bagaimana yang harus diberikan pada peserta didik.
c.3. Melaksanakan kegiatan tindak lanjut pembelajaran.
Kegiatan tidak lanjut pembelajaran dilaksanakan di luar jam pelajaran, sebab kegiatan akhir alokasi waktunya relatif sedikit. Tindak lanjut pembelajaran esensinya adalah untuk mengoptimalkan hasil belajar peserta didik. Untuk itu, marilah kita mengiingat kembali tentang kegiatan belajar perseorangan yang berkenaan dengan pengayaan (enrichment) dan  perbaikan  (remidial). Adapun kegiatan-kegiatan yang harus dikerjakan di antaranya:
1.    Memberikan tugas atau latihan yang harus dikerjakan di rumah.
2.    Menjelaskan kembali bahan pelajaran yang dianggap sulit oleh peserta didik.
3.    Menugaskan pada peserta didik untuk membaca topik tertentu yang sesuai dengan tujuan pembelajaran.
4.    Memberikan motivasi atau bimbingan belajar.
c.4. Mengemukakan tentang topik yang akan dibahas pada waktu yang akan datang
Dalam kegiatan akhir/tindak lanjut pembelajaran di antaranya guru harus mengemukakan atau memberikan gambaran pada peserta didik tentang topik bahasan atau kompetensi yang akan dipelajari pada pertemuan yang akan datang. Cara ini perlu dilakukan untuk membimbing atau mengarahkan peserta didik dalam kegiatan belajar yang dilakukan di luar jam pelajaran. Dengan harapan peserta didik tersebut akan mempelajari terlebih dahulu sebelum dibahas/dipelajari di sekolah.
c.5. Menutup kegiatan pembelajaran
Setelah guru mengganggap kegiatan akhir selesai dilaksanakan secara optimal dan sesuai dengan waktu yang direncanakan, maka langkah selanjutnya guru harus menutup pelajaran. Apabila jam pelajarannya yang paling akhir, maka harus dibiasakan peserta didik menutup dengan berdoa.
d). Tahapan pelaksanaan pembelajaran menurut para ahli.
Menurut Nana Sudjana (1987: 148), pelaksanaan proses belajar mengajar meliputi pentahapan sebagai berikut:
d.1. Tahap pra Instruksional
Yaitu tahap yang ditempuh pada saat memulai sesuatu proses belajar mengajar, yaitu:
a.         Guru menanyakan kehadiran peserta didik, dan mencatat siapa yang tidak hadir.
Kehadiran peserta didik dalam pengajaran, dapat dijadikan salah satu tolok ukur kemampuan guru mengajar. Tidak selalu ketidakhadiran peserta didik, disebab-kan kondisi peserta didik yang bersangkutan (sakit, malas, bolos),tetapi bisa juga terjadi karena pengajaran dan guru tidak menyenangkan, sikapnya tidak disukai oleh peserta didik, atau karena tindakan guru pada waktu mengajar sebelumnya dianggap merugikan peserta didik (penilaian tidak adil, memberi hukuman yang menyebabkan frustasi, rendah diri dan lain-lain).
b.         Bertanya kepada peserta didik, sampai dimana pembahasan pelajaran sebelumnya.
Dengan demikian guru mengetahui ada tidaknya kebiasaan belajar peserta didik di rumahnya sendiri, setidak-tidaknya kesiapan peserta didik menghadapi pelajaran hari itu.
Ø Mengajukan pertanyaan kepada peserta didik tentang bahan pelajaran yang sudah diberikan sebelumnya. Hal ini dilakukan untuk mengetahui sampai di mana pemahaman materi yang telah diberikan
Ø Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya mengenai bahan pelajaran yang belum dikuasainya dari pelajaran sebelumnya.
Ø Mengulang kembali bahan pelajaran yang telah lalu secara singkat tapi mencakup semua aspek bahan yang telah dibahas sebelumnya.
d.2. Tahap Instruksional
Yaitu tahap pemberian bahan pelajaran yang dapat diidentifikasikan beberapa kegiatan sebagai berikut:
1.    Menjelaskan pada peserta didik tujuan pengajaran yang harus dicapai peserta didik.
2.    Menuliskan pokok materi yang akan dibahas hari itu yang diambil dari buku sumber yang telah disiapkan sebelumnya.
3.    Membahas pokok materi yang telah dituliskan tadi. Dalam pembahasan materi itu dapat ditempuh dua cara yakni: (a) pembahasan dimulai dari gambaran umum materi pengajaran menuju kepada topik secara lebih khusus, (b) dimulai dari topik khusus menuju topik umum.
4.    Pada setiap pokok materi yang dibahas sebaiknya diberikan contoh-contoh konkret. Demikian pula peserta didik harus diberikan pertanyaan atau tugas, untuk mengetahui tingkat pemahaman dari setiap pokok materi yang telah dibahas.
5.    Penggunaan alat bantu pengajaran untuk memperjelas pembahasan setiap pokok materi sangat diperlukan.
6.    Menyimpulkan hasil pembahasan dari pokok materi. Kesimpulan ini dibuat oleh guru dan sebaiknya pokok-pokoknya ditulis dipapan tulis untuk dicatat peserta didik. Kesimpulan dapat pula dibuat guru bersama-sama peserta didik, bahkan kalau mungkin diserahkan sepenuhnya kepada peserta didik.
d.3. Tahap Evaluasi dan Tindak Lanjut
Tujuan tahapan ini ialah untuk mengetahui tingkat keberhasilan dari tahapan kedua (instruksional). Kegiatan yang dapat dilakukan pada tahap ini antara lain:
1.    Mengajukan pertanyaan kepada kelas atau kepada beberapa murid mengenai semua aspek pokok materi yang telah dibahas pada tahap instruksional.
2.    Apabila pertanyaan yang diajukan belum dapat dijawab oleh peserta didik (kurang dari 70%), maka guru harus mengulang pengajaran.
3.    Untuk memperkaya pengetahuan peserta didik mengenai materi yang dibahas, guru dapat memberikan tugas atau PR.
4.    Akhiri pelajaran dengan menjelaskan atau memberitahukan pokok materi yang akan dibahas pada pelajaran berikutnya.
Ketiga tahap yang telah dibahas di atas, merupakan satu rangkaian kegiatan yang terpadu, tidak terpisahkan satu sama lain. Guru dituntut untuk mampu dan dapat mengatur waktu dan kegiatan secara fleksibel, sehingga ketiga rangkaian tersebut diterima oleh peserta didik secara utuh. Di sinilah letak keterampilan profesional dari seorang guru dalam melaksanakan strategi mengajar. Kemampuan mengajar seperti dilukiskan dalam uraian di atas secara teoritis mudah dikuasai, namun dalam praktiknya tidak semudah seperti digam-barkan. Hanya dengan latihan dan kebiasaan yang terencana, kemampuan itu dapat diperoleh.
Dick dan Carey (1985) mengatakan bahwa suatu  strategi pembelajaran menjelaskan komponen-komponen umum dari suatu set bahan pembelajaran dan prosedur-prosedur yang akan digunakan bersama bahan-bahan tersebut untuk menghasilkan hasil belajar tertentu pada peserta didik. Dick and Carrey (1985), mengemukakan bahwa dalam merencanakan dalam satu unit pembelajaran ada tiga tahap, yaitu :
1.      Mengurutkan dan merumpun tujuan ke dalam pembelajaran
2.      Merencanakan prapembelajaran, pengetesan, dan kegiatan tindak lanjut
3.      Menyusun alokasi waktu berdasarkan strategi pembelajaran.

Strategi pembelajaran merupakan hasil nyata yang digunakan untuk mengembangkan material pembelajaran, menilai material yang ada, merevisi material, dan merancang kegiatan pembelajaran. Dengan mengurutkan tujuan ke dalam pembelajaran dapat membuat pembelajaran lebih bermakna bagi peserta didik. Dick and Carey menyebutkan 5 komponen umum dari strategi pembelajaran yaitu kegiatan pra pembelajaran, penyajian informasi, patisipasi peserta didik (latihan), tes formatif, tindak lanjut.

1.      Kegiatan Pra pembelajaran
Dick dan carey (1985) menyebutnya pre instructional activities menggunakan istilah pengantar atau kadang-kadang disebut pendahuluan.kegiatan awal tersebut dimaksudkan untuk mempersiapkan peserta didik agar secara mental mental siap mempelajari pengetahuan, keterampilan dan sikap baru.seorang pengajar yang baik tidak akan mendadak memberikan topik. Pengajar harus bisa membawa suasana dengan pendahuluan. fungsi subkomponen pendahuluan ini akan tercermin dalam ketiga langkah di bawah ini :
a. Penjelasan singkat tentang isi pelajaran
b. Penjelasan relevansi isi pelajaran baru
c. Penjelasan tentang tujuan pembelajaran.
Dengan selesainya ketiga pendahuluan tersebut, peserta didik telah mempunyai gambaran global tentang isi pelajaran yang akan dipelajari. Kaitannya dengan pengalaman sehari hari, bermotivasi tinggi untuk mempelajarinya, dan mungkin dapat mengorganisasikan kegiatan belajarnya sebaik-baiknya. Waktu yang dibutuhkan untuk ketiga kegiatan dalam komponen pendahuluan tersebut tidak banyak mungkin hanya 3-5 menit dari 45-90 menit waktu pelajaran tersebut.tetapi artinya cukup besar untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi belajar peserta didik.
2.        Penyajian Informasi
Setelah selesai kegiatan pendahuluan, pengajar mulai memasuki kegiatan penyajian. Penyajian adalah subkomponen yang sering ditafsirkan secara awam sebagai pengajaran karena memang merupakan inti kegiatan pengajaran.di dalamnya terkandung 3 pengertian pokok sebagai berikut, : uraian, contoh, latihan
3.        latihan (partisipasi peserta didik)
Peserta didik harus diberi kesempatan berlatih (terlibat) dalam setiap langkah pembelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran, apakah itu dalam bentuk Tanya jawab, atau mengerjakan soal-soal latihan untuk mencapai tujuan pembelajran. Semakin terlibat si belajar pada setiap kegiatan pembelajaran, diharapkan semakin baik perolehan belajar anak didik tersebut. Demikian juga halnya dengan keterlibatan pembelajaran dalam hal pemberian umpan balik tugas-tugas anak didik akan mempengaruhi terhadap perolehan belajar anak didik.
4.      Tes formatif
Tes formatif adalah satu set pertanyaan untuk dijawab atau seperangkat tugas untuk dilakukan untuk mengukur kemampuan belajar peserta didik setelah menyelesaikan suatu tahap pelajaran.tes dapat dilakukan secara tertulis atau lisan. Disampimg untuk mengukur kemampuan peserta didik, tes merupakan bagian dari kegiatan belajar peserta didik yang secara aktif membuat respon. Belajar dengan aktif tersebut akan lebih efektif bagi peserta didik untuk menguasai apa yang dipelajarinya. Hasil tes formatif harus diberitahukan kepada peserta didik dan diikuti dengan penjelasan tentang hasil kemajuan peserta didik. Kegiatan memberitahukan hasil tes tersebut dinamakan umpan balik. Hal ini penting artinya bagi peserta didik agar proses belajar menjadi efektif, efisien, dan menyenangkan. Umpan balik merupakan salah satu kegiatan instruksional yang sangat besar pengaruhnya terhadap hasil belajar peserta didik
5.      Tindak Lanjut
Tindak lanjut adalah kegiatan yang dilakukan peserta didik setelah melakukan tes formatif dan mendapatkan umpan balik. Peserta didik yang telah mencapai hasil baik dalam tes formatif dapat meneruskan ke bagian pelajaran selanjutnya atau mempelajari bahan tambahan untuk memperdalam pengetauan yang telah dipelajarinya. Peserta didik yang mendapatkan hasil kurang dalam tes formatif harus mengulang isi pelajaran tersebut dengan menggunakan bahan instruksional yang sama atau berbeda. Petunjuk dari pengajar tentang apa yang harus dilakukan peserta didik merupakan salah satu bentuk pemberian tanda dan bantuan kepada peserta didik untuk memperlancar kegiatan belajar selanjutnya.

C.      KEGIATAN PARTISIPASI
Pembelajaran yang dilakukan antara guru dan peserta didik pada kegiatan partisipatif hendaknya mengacu pada peningkatan aktivitas dan partisipasi peserta didik. Guru tidak hanya melakukan kegiatan penyampaian pengetahuan (Kognitif), keterampilan ( Psikomotorik ), dan sikap ( Apektif ) kepada peserta didik, akan tetapi guru diharapkan mampu membawa peserta didik untuk aktif dalam berbagai bentuk belajar, berupa belajar penemuan, belajar mandiri, belajar kelompok, belajar memecahkan masalah, dan sebagainya.
Dari hasil observasi terhadap proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam ( PAI ) dan Praktek Ibadah ( PI ) dikelas X Akuntansi (AK) dan Kelas X Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) semester gasal di SMK Nurul Islam Sukaluyu Cianjur, menunjukkan proses pembelajaran yang belum melibatkan peserta didik secara aktif dalam kegiatan belajar, sehingga partisipasi peserta didik dalam proses pembelajaran belum optimal. Kegiatan peserta didik di dalam proses belajar mengajar lebih banyak mendengarkan dan menulis apa yang disampaikan oleh guru.
Keterlibatan peserta didik masih kurang dan belum menyeluruh, hanya didominasi oleh peserta didik tertentu. Kurangnya keterlibatan tersebut tampak dari perilaku peserta didik diantaranya, beberapa peserta didik tampak melamun, 15% peserta didik bicara sendiri dengan teman dan tidak memperhatikan pelajaran dan 20% peserta didik melakukan kegiatan yang mengganggu proses pembelajaran. Ada beberapa peserta didik yang tampak malu-malu dalam menjawab pertanyaan guru maupun bertanya tentang materi yang belum dipahami sehingga tidak dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran.
Hasil observasi lain menunjukkan bahwa penggunaan media strategi pengajaran dalam proses pembelajaran dikelas X Akuntansi (AK) dan Kelas X Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) semester gasal di SMK Nurul Islam Sukaluyu Cianjur, hanya dilakukan maksimal 2 kali dalam setiap menyampaikan materi baru, selebihnya guru hanya menggunakan metode ceramah dan tanya jawab dengan peserta didik. Media yang digunakan oleh guru juga belum bervariasi, hanya sebatas menggunakan infocus dan transparansi OHP.
Berdasarkan hasil observasi tersebut maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pada observasi awal belum optimal. Interaksi antara guru dan peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar akan lebih bermakna apabila dalam proses pembelajaran itu menggunakan suatu media dan strategi yang dapat memberikan pengalaman secara langsung oleh peserta didik, sehingga dapat melibatkan peran serta peserta didik secara aktif dalam kegiatan belajar. Model nyata yang dapat memberikan pengalaman secara langsung dalam proses pembelajaran kepada peserta didik.

D.      IDENTIFIKASI MASALAH DAN PEMECAHANNYA
1.         Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas dapat diidentifikasi masalah sebagai berikut:
1.  Partisipasi peserta didik dalam proses pembelajaran khususnya dikelas X Akuntansi (AK) dan Kelas X Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) masih kurang.
2.  Proses pembelajaran yang berlangsung dikelas X Akuntansi (AK) dan Kelas X Rekayasa Perangkat Lunak (RPL),  belum menunjukkan adanya keterlibatan dan peran serta peserta didik secara menyeluruh. Kurangnya keterlibatan peserta didik tersebut tampak dari perilaku peserta didik diantaranya; beberapa peserta didik tampak melamun, 15% peserta didik bicara sendiri dengan teman dan tidak memperhatikan pelajaran dan 20% peserta didik melakukan kegiatan yang mengganggu proses pembelajaran. Beberapa peserta didik yang tampak malu-malu dalam menjawab pertanyaan guru maupun bertanya tentang materi yang belum dipahami.
3.  Penggunaan media dalam proses pembelajaran dikelas X Akuntansi (AK) dan Kelas X Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), belum optimal hanya dilakukan maksimal 2 kali dalam setiap menyampaikan materi baru, selebihnya guru hanya menggunakan metode ceramah dan tanya jawab dengan peserta didik.
4.  Kurangnya partisipasi peserta didik yang terjadi di dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Praktek Ibadah (PI) memerlukan adanya penggunaan media untuk menumbuhkan rasa keingintahuan peserta didik, sehingga peserta didik dapat berpartisipasi aktif dalam pembelajaran.
5.  Kurangnya partisipasi peserta didik yang terjadi di dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Praktek Ibadah (PI) memerlukan diterapkannya suatu strategi pembelajaran yang dapat menjadikan peserta didik lebih berpartisipasi aktif dalam pembelajaran.

2.    PEMECAHAN MASALAH
Beberapa saran dari hasil penelitian yang telah dilakukan adalah:
1.    Untuk mencapai kualitas proses pembelajaran dan kualitas hasil belajar yang baik dalam pembelajaran diperlukan persiapan perangkat pembelajaran yang matang, pemilihan metode serta penerapan strategi yang tepat.
2. Bagi pihak lain yang ingin menerapkan perangkat pembelajaran yang telah dilakukan, sedapat mungkin terlebih dahulu dianalisis kembali untuk disesuaikan penerapannya, terutama dalam hal alokasi waktu dan fasilitas pendukung termasuk metode dan media pembelajaran.
3. Penggunaan metode dan strategi pembelajaran yang kurang matang akan memakan waktu yang lama, oleh karena itu guru sebaiknya mempersiapkan alat dan sumber pembelajaran dengan matang, agar ketika proses pembelajaran berlangsung dapat berjalan seefektif mungkin.
4. Pelaksanaan proses pembelajaran hendaknya benar-benar menekankan pada aktivitas, kreativitas peserta didik dalam belajar, sehingga pemahaman materi yang diharapkan dapat tercapai secara maksimal.
5. Penggunaan media dalam proses pembelajaran dapat menimbulkan reaksi peserta didik terhadap penjelasan guru, memungkinkan peserta didik untuk menyentuh obyek kajian pelajaran, mengkonkretkan konsep yang abstrak, dan dapat mendeskripsikan suatu masalah.
6.  Penggunaan media pembelajaran memungkinkan peserta didik untuk lebih banyak melakukan kegiatan seperti melihat, menyentuh, merasakan, atau mengalami melalui media. Peserta didik akan mencoba sendiri, memodifikasi sendiri serta menerapkan sendiri apa yang dipelajarinya, dengan demikian partisipasi peserta didik dalam pembelajaran akan lebih meningkat.
7.  Penggunaan media pembelajaran dapat memunculkan suatu gejala atau fenomena yang dapat ditangkap oleh peserta didik sehingga dapat menimbulkan keingintahuan peserta didik terhadap materi pelajaran.
8.  Penggunaan media, metode serta strategi pembelajaran yang tepat akan dapat menimbulkan keterlibatan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Keterlibatan yang dimaksud adalah keterlibatan secara fisik maupun mental, dimana harus selalu berkaitan satu sama lain. Keterlibatan secara fisik maupun mental tersebut akan membuahkan aktivitas belajar yang optimal serta dapat meningkatkan kualitas proses belajar mengajar, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kualitas hasil belajar peserta didik.

Semoga hasil observasi pada pelaksanaan Praktek Pengenalan Lapangan (PPL) ini dapat memberikan manfaat dan sumbangsih pemikiran bagi para praktisi pendidikan khususnya dan umumnya untuk dunia pendidikan di Indonesia.  

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

A.           KESIMPULAN
Menyimak dari seluruh gambaran umum tentang Praktek Pengenalan Lapangan (PPL) kami dapat rasakan bahwa untuk menyelenggarakan suatu lambaga Pendidikan itu merupakan tugas yang sangat berat dan memerlukan kerja sama serta dukungan dari segi materi, manajemen, dan terutama adalah sumberdaya masyarakat sebagai wadah dari seluruh aspek yang mempengaruhi terhadap berhasilnya suatu proses paedidikan. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa:
a. Praktek Pengenalan Lapangan (PPL) merupakan media bagi para calon tenaga pendidik untuk mengaplikasikan teori-teori pembelajaran yang didapat dari kampus dalam realita yang sebenarnya.
b. Praktek Pengenalan Lapangan (PPL) Mahasiswa Fakultas Tarbiyah STAI Al-Azhary tahun akademik 2011-2012 di SMK Nurul Islam Sukaluyu Cianjur, mendapat dukungan dan hambatan sebagaimana dalam bab III laporan ini.
c. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang matang merupakan elemen penting dalam mendukung kelancaran proses pembelajaran.
d.  Guru praktikan dituntut untuk selalu siap untuk memberikan materi pembelajaran meskipun bukan dalam bidang keilmuannya. Hal ini untuk mengantisipasi kekosongan jam pelajaran.

B.      SARAN
Pada akhir penyusunan laporan ini, dengan segala kerendahan hati kami sampaikan saran-saran, baik untuk pihak Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Azhary Cianjur maupun kepada pihak SMK Nurul Islam Sukaluyu Cianjur, serta bagi para praktikan, sebagai berikut :

1.  Saran untuk STAI Al-Azhary Cianjur Fakultas Tarbiyah.
a.  Hendaknya Praktek Pengenalan Lapangan (PPL) dipersiapkan dengan matang, mulai perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi secara terpadu.
b.  Pembekalan kepada peserta Praktek Pengenalan Lapangan (PPL)  harus dimaksimalkan agar tercapai tujuan yang diharapkan. Terutama terkait dengan materi, pemateri, metode penyampaian dan fasilitas.
c.  Dosen Pembimbing Lapangan hendaknya aktif mengontrol proses pelaksanaan PPL sehingga tidak terkesan posisinya hanya sebagai formalitas tanpa fungsi.
d.  Transparansi dana dari pihak STAI Al-Azhary kepada peserta Praktek Pengenalan Lapangan (PPL) wajib dilakukan untuk menghindari ketidaktepatan penggunaan hak dan kewajiban bagi masing-masing pihak (Lembaga, Mahasiswa, dan lembaga yang ditempati).

2. Saran bagi peserta Praktek Pengenalan Lapangan (PPL)
a.  Peserta PPL hendaknya menyiapkan perangkat pembelajaran secara matang dengan pembuatan RPP.
b. Berusaha memenuhi standar kompetensi dan kecakapan sebagai pendidik mencakup kompetensi paedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial.
c. Interaksi kepada peserta didikhendaknya bukan saja dilakukan di dalam ruang kelas, tetapi juga di luar jam pembelajaran. Hal ini untuk membangun hubungan emosional kepada mereka.
d.  Peserta PPL seyogyanya menguasai berbagai metode agar tidak terjadi kejenuhan dalam proses pembelajaran.
e. Berusaha menjadi suri tauladan bagi peserta didik.
f. Memberikan motivasi positif kepada peserta didik supaya mereka sadar arti penting pendidikan.

3. Saran untuk SMK Nurul Islam Sukaluyu Cianjur.
a.  Hendaknya memenuhi standar isi yang telah ditetapkan pemerintah dengan menyusun kalender pendidikan untuk menentukan ketepatan permulaan tahun ajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif, dan hari libur.
b.  Seyogyanya menyelenggarakan proses pembelajaran dengan tepat. Sekolah bukan hanya berfungsi mengalihkan pengetahuan ( Transfer of Knowledge), tetapi juga Transfer of Value ( pemindahan nilai-nilai keteladanan ) Terhadap peserta didik.
c.  Seyogyanya SMK Nurul Islam Sukaluyu Cianjur memenuhi Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Proses dalam menyusun prangkat pembelajaran.

d. SMK Nurul Islam sebaiknya mempunyai standar kompetensi  pendidik dan tenaga kependidikan.
e. SMK Nurul Islam harus terus berusaha memenuhi standar sarana dan prasarana pendidikan dalam mendukung proses pembelajaran.
f.  SMK Nurul Islam sebaiknya menjalankan super visi terhadap personal yang ada dilingkungan SMK Nurul Islam untuk meningkatkan kinerja dan kompetensi yang profesional.

B.                 KATA PENUTUP
Demikian laporan Praktek Pengenalan Lapangan (PPL) ini kami susun. Terima kasih atas dukungan semua pihak yang telah membantu terlaksananya Praktek Pengenalan Lapangan (PPL) di SMK Nurul Islam Sukaluyu Cianjur. Saran kritik tetap kami harapkan dari para akademisi sebagai bahan perbaikan bagi kami dalam penyususnan laporan ini. Semoga laporan bermanfaat bagi kita semua. Amin


Cianjur,   Maret              2012 M
    Robi’ul Akhir 1433 H

       Sandi Romadona, S.Pd.I




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar